Senin, 18 Agustus 2014

Keberkahan Jum'at Pagi

Salam mulia untuk sahabatku,
Barakallahu friday :)
Sahabatku, izinkan aku bercerita dan memberikan inspirasi yang kudapat pagi ini kepada kalian semua.
Tadi pagi setelah aku sholat subuh, aku berniatkan untuk mencari udara segar, lalu kemudian aku berpikir untuk pergi ke sawah dekat dengan rumah.
lantas tak berpikir lama, tak berpikir disana akan ada apa dengan masih sepinya sawah karena masih terlalu pagi aku pun langsung pergi ke sawah tersebut.
Sesampainya disawah, saya berjalan menelusuri jalan setapak yang diantara aku hanya ada ribuan pohon padi. Sampai ditengah jalan akupun berhenti memulai dan mencoba merileksasikan diri dan menyatukan pikiran bersama dengan udara segar yang ada disana.
Luar biasa rasanya . . . tidak ada rasa dingin, karena aku menggunakan jaket. hehehe
Aku mencoba beberapa kali memejamkan mata, dan ketika memejamkan mata yang aku lihat adalah masa kecilku.
Ya Allah aku melupakan bahwa ketika kecil ditempat inilah aku bermain, ditempat inilah aku menghabiskan sebagian waktuku entah itu bersama dengan teman-teman ataupun bersama seorang ibu yang aku cintai.
Aku mulai untuk berjalan, Allah semakin membukakan ingatankanku tentang masa kecil itu. Hihi, percayakah kalian jika dahulu saya suka berenang kali pinggir sawah tadi (waktu masa kecil loh, usia 4-8 tahunlah) :-P
Diingatkan dengan masa kecil adalah bagian yang begitu mengesankan lucunya, dan menyadarkan bahwa tidak terasa aku sudah berada diusia 20 tahun.
Tahun ke tahun ternyata Allah memberikan kekuatan luar biasa kepadaku hingga aku dapat melewati semua itu. Allah mengubah hal yang kulakukan semasa kecilku menjadi sesuatu yang luar biasa yang dapat aku raih saat ini.
Seketika aku terdiam, bertanya.. mengapa aku bisa seperti sekarang ini ??? ini adalah kasihsayang Allah dan perjuanganku. Akan tetapi perjuanganku masih panjang, banyak hal yang mesti aku lewati esok hari tentunya dengan segala tantangan dan resiko yang ada aku harus siap dan kuat.
Saat itu aku menatap langit indah, kulihat matahari mulai terbit.. sangat indah rasanya disisi lain ada ruang dimana awan berbentuk seperti sebuah buku saat itu dan aku mencoba untuk mengangkat jemariku dan menuliskan impianku saat itu. Tulisan yang pertama kutulis adalah "Aku Bisa Sukses Mulia", kemudian ku tuliskan impianku yang akan menjadikanku sukses mulia yaitu “Penulis dan Motivator”. Luar biasa setelah aku menuliskan hal tersebut rasanya ada energy positif yang membuat tubuhku menjadi lebih bergairah untuk segera menggapai impian itu. Sebelumnya ketika aku duduk di bangku SMP aku suka menulis cerita-cerita pendek atau sebuah narasi film, sempat saat itu ingin menjadi sutradara film. Hihihi
Beranjak SMK aku tidak lagi menulis karna kesibukanku disebuah organisasi aku melupakan dan mengabaikan menulis.
Lalu apa yang membuat aku ingin menjadi seorang penulis kembali ?? jawabannya adalah karena inspirasiku untuk menjadi seorang motivator. Aku pernah membaca dan mendengar bahwa menjadi seorang trainer atau motivator hal yang pertama harus ditempuh adalah dengan menulis terlebih dahulu dengan seperti itu orang lain akan mengetahui dengan gagasan dan ide kita sampaikan dalam tulisan tersebut. Oleh karena itulah aku mulai untuk menulis kembali, hanya saja mungkin disini tulisanku akan lebih banyak untuk menginspirasi bukan lagi ceria-cerita pendek atau cerita untuk film. J J
Bertekad dari keyakinan dan semangat, aku tahu aku bisa dan Insya Allah, Allah SWT akan senantiasa membantu ku dengan kasih dan sayang-Nya. Amiin
Aku sangan bersyukur atas pagi hari ini, rasa syukur yang luar biasa dimana aku dapat merasakan udara pagi yang begitu segar dan indah. Kemudian rasa syukur ku pula karena pagi hari ini aku mendapatkan sebuah keyakinan dan energy positif untuk aku yakin mengenai impianku dan berani untuk menggapainya.
Semangat dan salam sukses. Tulisan ini dibuat pada tanggal 15 Agustus 2014.

Aat Melawati

Minggu, 17 Agustus 2014

My first "Portofolio" For BSI Beepres :) Februari 2014

Bismillaahirraahmaanirraahiim,
Mengawali tulisan portofolio ini, saya ingin terlebih dahulu mengenalkan siapa saya. Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, nama saya Aat Melawati lahir di Karawang pada tanggal 1 Mei 1994, saya kini tinggal bersama ibu saya karena ayah saya telah meninggal sejak saya duduk di bangku SMK tepatnya ketika saya kelas XII dan di saat-saat ujian akhir dan kedua kakak saya telah berkeluarga.
Gambar. Aat Melawati
Sejak dulu, ketika saya masih duduk dibangku SMP saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, makanya saya berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik ketika saya sekolah dan alhamdulillah setiap usaha saya menghasilkan hasil yang baik dengan bisa meraih peringkat 3 besar selalu dikelas dan saya juga aktif dalam berbagai organisasi, salah satu bukti adalah saya menjadi Ketua OSIS ketika saya SMP dan SMK saat itu. Ketika SMK, saya sekolah dengan biaya beasiswa yang saya dapatkan dari Yayasan, pemerintah dan sempat mendapat beasiswa dari Sampoerna Foundation pula. Dari awal hingga saya lulus itu yang saya rasakan, saya merasa sangat bahagia karna disisi lain saya bisa melanjutkan sekolah saya dengan gratis dan saya tidak lagi merepotkan kedua orangtua saya saat itu.
Lanjut cerita, setelah di akhir semester kelas XII saya berpikir untuk bagaimana caranya saya bisa meneruskan pendidikan saya dengan kuliah, bercerita kepada guru-guru adalah hal yang tepat untuk saya. Sempat salah satu guru akan mendaftarkan saya ke PTN daerah Jakarta, hanya saja karena kendala ekonomi dan memikirkan kondisi ibu saya yang sendiri dirumah setelah kepergian ayah, saya berpikir akan memilih kuliah di daerah sekitar saja.
Setelah itu, lain waktu saya mendapat intruksi dari pihak sekolah untuk menghadiri acara seminar Entrepreneur BSI Karawang dan saya bersama rekan saya pun hadir saat itu. Disaat mengikuti acara seminar tersebut diakhir acara panitia mengumumkan atau mensosialisasikan tentang adanya beasiswa prestasi (PMDK) yang ada di BSI dengan berbagai manfaat yang ada didalam beasiswa itu saya merasa tertarik.
Esok harinya ketika saya kembali ke sekolah saya bercerita kepada guru saya, dan beliau ingin membantu saya untuk bisa berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan keyakinan hati saya juga bercerita kepada Kepala sekolah dan meminta agar Kepala sekolah dapat merekomendasikan kepada BSI.
Setelah berlalu, akhirnya saya mengikuti test beasiswa prestasi dan sesuai dengan harapan serta doa saya diterima di BSI sebagai mahasiswa beasiswa prestasi. Sungguh saya sangat merasa itu adalah hal yang sangat luar biasa, selain dari sebuah kesempatan yang diberikan dari BSI juga ini adalah sebuah Nikmat dan Rizki dari Yang Maha Kuasa. Kebahagiaan itu bukan hanya saya yang rasakan akan tetapi Ibu dan kakak-kakak saya pula, mereka sangat merasa bangga dan bahagia. Namun saya tidak ingin terlalu larut dalam kebahagiaan saat itu, karena saya berpikir bahwa saat itu adalah awal langkah saya, langkah awal yang akan menuju perjuangan saya yang sesungguhnya.
Pada langkah awal ketika saya mulai masuk kuliah saya berniat dalam hati saya untuk serius dan selalu semangat. Awalnya pasti masih ngerasa canggung dengan keadaan kampus, teman baru, para dosen dan cara belajar dikelas. Tapi dengan berjalannya waktu saya beradaptasi, terus berkomunikasi sama teman dan dosen akhirnya hingga sekarang saya bisa melaksanakan perkuliahan dengan lancar. Semester 1 (satu) adalah semester awal dimana saya harus meraih IPS minimal 3,5 agar kedepannya bisa membantu saya untuk selalu dalam posisi aman bahkan membantu untuk meningkatkan IPK dan alhamdulillah berkat usaha dan do’a saya bisa mencapai IPS dengan nilai 3,73. Saya sangat senang, akan tetapi saya tidak ingin terlalu puas dengan apa yang saya capai karena ini adalah hal awal dan perjalanan saya.
Masuk semester 2 (dua) saya merasa kesulitan dalam ekonomi saya, karena semenjak SMK saya tidak lagi meminta uang jajan kepada orang tua saya, melainkan saya diberi uang saku oleh Guru saya ketika itu setiap bulannya. Mulai masuk kuliah itu saya sudah tidak lagi diberi uang saku karena saya tahu bahwa BSI juga memberikan uang saku kepada mahasiswa PMDK jadi saya tidak ingin merepotkan guru saya terus-menerus. Sambil kuliah saya sambil berjualan, berjualan cemilan-cemilan kecil yang setiap hari saya bawa ke kampus, kemudian saya order-order seperti baju, sepatu dan perlengkapan kebutuhan lainnya kepada teman-teman saya. Itulah hal yang saya lakukan ketika semester 2 (dua) yaitu belajar sambil berwirausaha.
Selesai UAS di akhir semester 2 (dua) dan kemudian mendapat hasil IPS yang membuat saya sedikit kecewa karena menurun dari yang sebelumnya, yaitu 3,58. Saya merasa kecewa namun tidak ingin membuat diri saya jadi tidak bersemangat saya coba evaluasi cara belajar saya kembali karena mungkin semester 2 (dua) saya terlalu banyak hal yang mengganggu aktivitas belajar saya.
Kemudian, masuk pada semester 3 (tiga) saya mencoba mengajukan menjadi asisten instruktur. Meskipun seharusnya pengajuan magang menjadi asisten itu di semester ke 4 (empat) tapi alhamdulillah setelah melakukan interview dan test menjadi asisten akhirnya saya dan kedua teman saya diterima menjadi asisten instruktur disemester 3 ini. Saya sangat merasa bersyukur karena kesempatan ini saya bisa lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman saya, apalagi ini berhubungan dengan cara mengajar dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan program. Meskipun tidak dipungkiri masih banyak kendala karena masih semester 3 yang dikuasai baru 2 mata kuliah sedangkan dituntut untuk mampu belajar cepat dan menguasai semua mata kuliah program namun dengan dukungan dan bantuan para instruktur dan senior-senior asisten yang lainnya kendala-kendala tersebut bisa sedikit demi sedikit teratasi.
Pengembangan diri yang saya peroleh di semester 3 (tiga) ini selain saya mendapatkan ilmu tentang pemrograman lebih cepat dibanding dengan teman-teman saya pada umumnya karena saya telat menjadi asisten istruktur juga saya mulai di libatkan dalam acara-acara di kampus seperti acara Fun Bike, berbagi sesama insan pada bulan Ramadhan, Seminar Motivasi UN, Talk Show Orang tua, Sosialisasi Beasiswa Prestasi ke setiap sekolah, dan terakhir saya dilibatkan dalam acara Job Fair dan CEF 2013 di BSI Karawang. Dan semua kegiatan diatas melibatkan saya sebagai pembawa acara atau MC.

Gambar. Kegiatan Fun Bike 2013 BSI Square Cikampek
Berawal dari saya berbincang dengan Wakace BSI Cikampek yaitu Bpk Asep Saefuloh,M.Kom beliau mengatakan merasa saya punya bakat dalam berbicara di depan umum.

Gambar. Kegiatan CEF 2013 BSI Karawang
Sebelumnya sejak saya dari SMP pun saya sudah belajar untuk menjadi pembawa acara upacara, dan hari-hari besar Nasional. Mungkin hal itu terjadi karena saya berada dalam lingkungan organisasi ketika disekolah, selalu berinteraksi dengan banyak teman dan para guru. Namun saya menyukai hal itu dan saya akan mencoba terus meningkatkan apa yang menjadi bakat saya tersebut.
Berbicara mengenai organisasi, semenjak saya masuk kuliah hingga sekarang saya belum tergabung dengan unit kegiatan mahasiswa manapun, entah itu Senat Mahasiswa, Badaris maupun yang lainnya. Mengapa demikian, karena untuk saat ini yang saya butuhkan adalah hal atau bentuk nyata yang lebih bisa membuat saya lebih berkembang. Namun bukan berarti saya sudah cukup dalam berorganisasi, tetap itu semua belum lah apa-apa. Saya sempat mendaftarkan diri untuk ikut keanggotaan HIMA (Himpunan Mahasiswa Informatika) akan tetapi berhubung di cabang Cikampek kuota untuk membuat unit kegiatan HIMA masih sedikit jadi sampai sekarangpun belum terbentuk yang nama HIMA pada BSI Cikampek. Oleh karena itu, harapan saya semoga bisa secepatnya di BSI Cikampek ada Unit Kegiatan Mahasiswa HIMA (Himpunan Mahasiswa Informatika) supaya kita sebagai mahasiswa tidak hanya belajar dan aktif di dalam kelas saja, akan tetapi bisa aktif dan berkembang di dalam organisasi. Dengan adanya HIMA saya yakin akan bisa lebih membantu mahasiswa-mahasiswa untuk menyelesaikan segala persoalan yang berkaitan dengan kuliah, saling bertukar informasi, saling memberikan kritik dan saran, serta lainnya yang dapat mengembangkan kualitas mahasiswa.
Berbicara mengenai cita-cita saya, saya mempunyai keinginan yang pasti dan utama adalah membahagiakan ibu saya, namun kebahagiaan adalah sesuatu hal yang relative karena apapun keadaan kita jika kita dapat mensyukuri pasti kita bisa bahagia meskipun hal itu kecil untuk dilakukan. Namun disini, harapan dan mimpi saya yang belum tercapai adalah saya ingin belajar menjadi seorang women trainer karena saya suka memotivasi orang lain jadi saya ingin menjadi seorang yang bermanfaat dengan selalu memberikan motivasi, pengalaman hidup dan sebagainya. Menjadi seorang women trainer untuk saya adalah sesuatu yang luar biasa, namun disisi lain saya juga ingin menjadi seorang dosen yang professional yang dapat membantu orang lain dan mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan nantinya.

Insprasiku

Sahabat yang mulia..ketika kita berbicara mengenai inspirasi maka yang terjadi adalah kita membayangkan siapa atau hal apa yang dapat menginspirasi itu. namun disini saya tidak akan membahas apa itu inspirasi.
Dalam hal ini saya ingin memberikan cerita, berbagi kepada sahabat semua tentang seseorang yang yang menjadi inspirasi utama dalam hidupku, siapa dia ? .... yap, benar sekali "Ibu", mengapa jawabannya pasti sahabat-sahabat semua bisa menebak bahwa seorang ibu adalah seseorang yang begitu menyayangi kita, karena sudah mengandung dan melahirkan kita. Lalu membesarkan kita, membantu dan ada dalam setiap kesulitan kita. Itu semua sangat benar, akan tetapi disini mengapa saya sangat terinspirasi untuk bisa menjadi seorang anak yang sukses mulia untuk Ibu saya adalah karenanya dia begitu hebat untuk saya. Ibu begitu sangat luar biasa, tangguh, sabar, bijaksana,mampu untuk setia terhadap ayah dan mencintai anak-anaknya.
Ibu ku adalah seorang petani, dimana ia menggarap sebuah sawah milik kakak ayah saya, sedangkan ayah sendiri adalah seorang supir. Jadi sahabat-sahabat sudah pasti tahu dong jika saya adalah anak yang dari keluarga sederhana.
Suatu ketika ketika saya duduk di bangku SMP kelas 2 akhir, ayah saya jatuh sakit. Ayah terkena gejala stroke dan darah tinggi hingga menyebabkan ayah tidak lagi mampu untuk berjalan sendiri. Sejak saat itulah hidup kelurga bergantung kepada kedua kakakku. Mereka adalah kakak-kakak terbaik ku, meski mereka telah berkeluarga namun rasa tanggungjawab mereka terhadap kami sungguh besar.
Hari demi hari kami lewati bersama, aku dan ibuku merawat ayah bersama dirumah karna kedua kakakku telah mempunyai tempat tinggal masing-masing jadi hanya ketika mereka bermain saja kerumah untuk berkunjung n menengok ayah ketika libur. Ibuku menjadi inspirasiku karena dia begitu kuat dan sabar dalam mengurus ayah, merawat dengan tulus iklas hingga 5tahun berlangsung. bahkan disela-sela waktu ibu pula berani untuk bekerja demi kita. Ketika ada pekerjaan serabutan disawah, ataupun panen padi. 
Kini ayah telah meninggalkan kita semua dengan suka cita, ayah meninggalkan berjuta kenangan manis dan saatnya aku yang bertugas untuk bisa menjaga ibuku, menyayangi, menghormati dan berjuang membahagiakannya. Setiap aku lelah, putus asa hanya ibu yang mampu membuatku semangat kembali, dengan memikirkan bahwa ibu harus mendapatkan kehidupan yang terbaik dan bahagia bersama kami tanpa harus lagi bersusah payah dan bekerja keras. Semoga inspirasi dan semangatku tetap berdiri tegak didepan ku untuk selalu memberikan energi yang positif untukku.