Minggu, 17 Agustus 2014

My first "Portofolio" For BSI Beepres :) Februari 2014

Bismillaahirraahmaanirraahiim,
Mengawali tulisan portofolio ini, saya ingin terlebih dahulu mengenalkan siapa saya. Saya adalah anak ketiga dari 3 bersaudara, nama saya Aat Melawati lahir di Karawang pada tanggal 1 Mei 1994, saya kini tinggal bersama ibu saya karena ayah saya telah meninggal sejak saya duduk di bangku SMK tepatnya ketika saya kelas XII dan di saat-saat ujian akhir dan kedua kakak saya telah berkeluarga.
Gambar. Aat Melawati
Sejak dulu, ketika saya masih duduk dibangku SMP saya sudah mempunyai keinginan untuk kuliah, makanya saya berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik ketika saya sekolah dan alhamdulillah setiap usaha saya menghasilkan hasil yang baik dengan bisa meraih peringkat 3 besar selalu dikelas dan saya juga aktif dalam berbagai organisasi, salah satu bukti adalah saya menjadi Ketua OSIS ketika saya SMP dan SMK saat itu. Ketika SMK, saya sekolah dengan biaya beasiswa yang saya dapatkan dari Yayasan, pemerintah dan sempat mendapat beasiswa dari Sampoerna Foundation pula. Dari awal hingga saya lulus itu yang saya rasakan, saya merasa sangat bahagia karna disisi lain saya bisa melanjutkan sekolah saya dengan gratis dan saya tidak lagi merepotkan kedua orangtua saya saat itu.
Lanjut cerita, setelah di akhir semester kelas XII saya berpikir untuk bagaimana caranya saya bisa meneruskan pendidikan saya dengan kuliah, bercerita kepada guru-guru adalah hal yang tepat untuk saya. Sempat salah satu guru akan mendaftarkan saya ke PTN daerah Jakarta, hanya saja karena kendala ekonomi dan memikirkan kondisi ibu saya yang sendiri dirumah setelah kepergian ayah, saya berpikir akan memilih kuliah di daerah sekitar saja.
Setelah itu, lain waktu saya mendapat intruksi dari pihak sekolah untuk menghadiri acara seminar Entrepreneur BSI Karawang dan saya bersama rekan saya pun hadir saat itu. Disaat mengikuti acara seminar tersebut diakhir acara panitia mengumumkan atau mensosialisasikan tentang adanya beasiswa prestasi (PMDK) yang ada di BSI dengan berbagai manfaat yang ada didalam beasiswa itu saya merasa tertarik.
Esok harinya ketika saya kembali ke sekolah saya bercerita kepada guru saya, dan beliau ingin membantu saya untuk bisa berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan keyakinan hati saya juga bercerita kepada Kepala sekolah dan meminta agar Kepala sekolah dapat merekomendasikan kepada BSI.
Setelah berlalu, akhirnya saya mengikuti test beasiswa prestasi dan sesuai dengan harapan serta doa saya diterima di BSI sebagai mahasiswa beasiswa prestasi. Sungguh saya sangat merasa itu adalah hal yang sangat luar biasa, selain dari sebuah kesempatan yang diberikan dari BSI juga ini adalah sebuah Nikmat dan Rizki dari Yang Maha Kuasa. Kebahagiaan itu bukan hanya saya yang rasakan akan tetapi Ibu dan kakak-kakak saya pula, mereka sangat merasa bangga dan bahagia. Namun saya tidak ingin terlalu larut dalam kebahagiaan saat itu, karena saya berpikir bahwa saat itu adalah awal langkah saya, langkah awal yang akan menuju perjuangan saya yang sesungguhnya.
Pada langkah awal ketika saya mulai masuk kuliah saya berniat dalam hati saya untuk serius dan selalu semangat. Awalnya pasti masih ngerasa canggung dengan keadaan kampus, teman baru, para dosen dan cara belajar dikelas. Tapi dengan berjalannya waktu saya beradaptasi, terus berkomunikasi sama teman dan dosen akhirnya hingga sekarang saya bisa melaksanakan perkuliahan dengan lancar. Semester 1 (satu) adalah semester awal dimana saya harus meraih IPS minimal 3,5 agar kedepannya bisa membantu saya untuk selalu dalam posisi aman bahkan membantu untuk meningkatkan IPK dan alhamdulillah berkat usaha dan do’a saya bisa mencapai IPS dengan nilai 3,73. Saya sangat senang, akan tetapi saya tidak ingin terlalu puas dengan apa yang saya capai karena ini adalah hal awal dan perjalanan saya.
Masuk semester 2 (dua) saya merasa kesulitan dalam ekonomi saya, karena semenjak SMK saya tidak lagi meminta uang jajan kepada orang tua saya, melainkan saya diberi uang saku oleh Guru saya ketika itu setiap bulannya. Mulai masuk kuliah itu saya sudah tidak lagi diberi uang saku karena saya tahu bahwa BSI juga memberikan uang saku kepada mahasiswa PMDK jadi saya tidak ingin merepotkan guru saya terus-menerus. Sambil kuliah saya sambil berjualan, berjualan cemilan-cemilan kecil yang setiap hari saya bawa ke kampus, kemudian saya order-order seperti baju, sepatu dan perlengkapan kebutuhan lainnya kepada teman-teman saya. Itulah hal yang saya lakukan ketika semester 2 (dua) yaitu belajar sambil berwirausaha.
Selesai UAS di akhir semester 2 (dua) dan kemudian mendapat hasil IPS yang membuat saya sedikit kecewa karena menurun dari yang sebelumnya, yaitu 3,58. Saya merasa kecewa namun tidak ingin membuat diri saya jadi tidak bersemangat saya coba evaluasi cara belajar saya kembali karena mungkin semester 2 (dua) saya terlalu banyak hal yang mengganggu aktivitas belajar saya.
Kemudian, masuk pada semester 3 (tiga) saya mencoba mengajukan menjadi asisten instruktur. Meskipun seharusnya pengajuan magang menjadi asisten itu di semester ke 4 (empat) tapi alhamdulillah setelah melakukan interview dan test menjadi asisten akhirnya saya dan kedua teman saya diterima menjadi asisten instruktur disemester 3 ini. Saya sangat merasa bersyukur karena kesempatan ini saya bisa lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman saya, apalagi ini berhubungan dengan cara mengajar dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan program. Meskipun tidak dipungkiri masih banyak kendala karena masih semester 3 yang dikuasai baru 2 mata kuliah sedangkan dituntut untuk mampu belajar cepat dan menguasai semua mata kuliah program namun dengan dukungan dan bantuan para instruktur dan senior-senior asisten yang lainnya kendala-kendala tersebut bisa sedikit demi sedikit teratasi.
Pengembangan diri yang saya peroleh di semester 3 (tiga) ini selain saya mendapatkan ilmu tentang pemrograman lebih cepat dibanding dengan teman-teman saya pada umumnya karena saya telat menjadi asisten istruktur juga saya mulai di libatkan dalam acara-acara di kampus seperti acara Fun Bike, berbagi sesama insan pada bulan Ramadhan, Seminar Motivasi UN, Talk Show Orang tua, Sosialisasi Beasiswa Prestasi ke setiap sekolah, dan terakhir saya dilibatkan dalam acara Job Fair dan CEF 2013 di BSI Karawang. Dan semua kegiatan diatas melibatkan saya sebagai pembawa acara atau MC.

Gambar. Kegiatan Fun Bike 2013 BSI Square Cikampek
Berawal dari saya berbincang dengan Wakace BSI Cikampek yaitu Bpk Asep Saefuloh,M.Kom beliau mengatakan merasa saya punya bakat dalam berbicara di depan umum.

Gambar. Kegiatan CEF 2013 BSI Karawang
Sebelumnya sejak saya dari SMP pun saya sudah belajar untuk menjadi pembawa acara upacara, dan hari-hari besar Nasional. Mungkin hal itu terjadi karena saya berada dalam lingkungan organisasi ketika disekolah, selalu berinteraksi dengan banyak teman dan para guru. Namun saya menyukai hal itu dan saya akan mencoba terus meningkatkan apa yang menjadi bakat saya tersebut.
Berbicara mengenai organisasi, semenjak saya masuk kuliah hingga sekarang saya belum tergabung dengan unit kegiatan mahasiswa manapun, entah itu Senat Mahasiswa, Badaris maupun yang lainnya. Mengapa demikian, karena untuk saat ini yang saya butuhkan adalah hal atau bentuk nyata yang lebih bisa membuat saya lebih berkembang. Namun bukan berarti saya sudah cukup dalam berorganisasi, tetap itu semua belum lah apa-apa. Saya sempat mendaftarkan diri untuk ikut keanggotaan HIMA (Himpunan Mahasiswa Informatika) akan tetapi berhubung di cabang Cikampek kuota untuk membuat unit kegiatan HIMA masih sedikit jadi sampai sekarangpun belum terbentuk yang nama HIMA pada BSI Cikampek. Oleh karena itu, harapan saya semoga bisa secepatnya di BSI Cikampek ada Unit Kegiatan Mahasiswa HIMA (Himpunan Mahasiswa Informatika) supaya kita sebagai mahasiswa tidak hanya belajar dan aktif di dalam kelas saja, akan tetapi bisa aktif dan berkembang di dalam organisasi. Dengan adanya HIMA saya yakin akan bisa lebih membantu mahasiswa-mahasiswa untuk menyelesaikan segala persoalan yang berkaitan dengan kuliah, saling bertukar informasi, saling memberikan kritik dan saran, serta lainnya yang dapat mengembangkan kualitas mahasiswa.
Berbicara mengenai cita-cita saya, saya mempunyai keinginan yang pasti dan utama adalah membahagiakan ibu saya, namun kebahagiaan adalah sesuatu hal yang relative karena apapun keadaan kita jika kita dapat mensyukuri pasti kita bisa bahagia meskipun hal itu kecil untuk dilakukan. Namun disini, harapan dan mimpi saya yang belum tercapai adalah saya ingin belajar menjadi seorang women trainer karena saya suka memotivasi orang lain jadi saya ingin menjadi seorang yang bermanfaat dengan selalu memberikan motivasi, pengalaman hidup dan sebagainya. Menjadi seorang women trainer untuk saya adalah sesuatu yang luar biasa, namun disisi lain saya juga ingin menjadi seorang dosen yang professional yang dapat membantu orang lain dan mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan nantinya.

0 komentar:

Posting Komentar