Bismillaahirraahmaanirraahiim,
Mengawali tulisan portofolio ini,
saya ingin terlebih dahulu mengenalkan siapa saya. Saya adalah anak ketiga dari
3 bersaudara, nama saya Aat Melawati lahir di Karawang pada tanggal 1 Mei 1994,
saya kini tinggal bersama ibu saya karena ayah saya telah meninggal sejak saya
duduk di bangku SMK tepatnya ketika saya kelas XII dan di saat-saat ujian akhir
dan kedua kakak saya telah berkeluarga.
Gambar. Aat Melawati
Sejak dulu, ketika saya masih duduk dibangku SMP saya sudah
mempunyai keinginan untuk kuliah, makanya saya berusaha untuk mencapai hasil
yang terbaik ketika saya sekolah dan alhamdulillah setiap usaha saya
menghasilkan hasil yang baik dengan bisa meraih peringkat 3 besar selalu
dikelas dan saya juga aktif dalam berbagai organisasi, salah satu bukti adalah
saya menjadi Ketua OSIS ketika saya SMP dan SMK saat itu. Ketika SMK, saya
sekolah dengan biaya beasiswa yang saya dapatkan dari Yayasan, pemerintah dan
sempat mendapat beasiswa dari Sampoerna Foundation pula. Dari awal hingga saya
lulus itu yang saya rasakan, saya merasa sangat bahagia karna disisi lain saya
bisa melanjutkan sekolah saya dengan gratis dan saya tidak lagi merepotkan
kedua orangtua saya saat itu.
Lanjut cerita, setelah di akhir semester kelas XII saya
berpikir untuk bagaimana caranya saya bisa meneruskan pendidikan saya dengan
kuliah, bercerita kepada guru-guru adalah hal yang tepat untuk saya. Sempat
salah satu guru akan mendaftarkan saya ke PTN daerah Jakarta, hanya saja karena
kendala ekonomi dan memikirkan kondisi ibu saya yang sendiri dirumah setelah
kepergian ayah, saya berpikir akan memilih kuliah di daerah sekitar saja.
Setelah itu, lain waktu saya mendapat intruksi dari pihak
sekolah untuk menghadiri acara seminar Entrepreneur BSI Karawang dan saya bersama
rekan saya pun hadir saat itu. Disaat mengikuti acara seminar tersebut diakhir
acara panitia mengumumkan atau mensosialisasikan tentang adanya beasiswa
prestasi (PMDK) yang ada di BSI dengan berbagai manfaat yang ada didalam
beasiswa itu saya merasa tertarik.
Esok harinya ketika saya kembali ke sekolah saya bercerita
kepada guru saya, dan beliau ingin membantu saya untuk bisa berhasil
mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan keyakinan hati saya juga bercerita kepada
Kepala sekolah dan meminta agar Kepala sekolah dapat merekomendasikan kepada
BSI.
Setelah berlalu, akhirnya saya mengikuti test beasiswa
prestasi dan sesuai dengan harapan serta doa saya diterima di BSI sebagai
mahasiswa beasiswa prestasi. Sungguh saya sangat merasa itu adalah hal yang
sangat luar biasa, selain dari sebuah kesempatan yang diberikan dari BSI juga
ini adalah sebuah Nikmat dan Rizki dari Yang Maha Kuasa. Kebahagiaan itu bukan
hanya saya yang rasakan akan tetapi Ibu dan kakak-kakak saya pula, mereka
sangat merasa bangga dan bahagia. Namun saya tidak ingin terlalu larut dalam
kebahagiaan saat itu, karena saya berpikir bahwa saat itu adalah awal langkah
saya, langkah awal yang akan menuju perjuangan saya yang sesungguhnya.
Pada langkah awal ketika saya mulai
masuk kuliah saya berniat dalam hati saya untuk serius dan selalu semangat.
Awalnya pasti masih ngerasa canggung dengan keadaan kampus, teman baru, para
dosen dan cara belajar dikelas. Tapi dengan berjalannya waktu saya beradaptasi,
terus berkomunikasi sama teman dan dosen akhirnya hingga sekarang saya bisa
melaksanakan perkuliahan dengan lancar. Semester 1 (satu) adalah semester awal
dimana saya harus meraih IPS minimal 3,5 agar kedepannya bisa membantu saya
untuk selalu dalam posisi aman bahkan membantu untuk meningkatkan IPK dan alhamdulillah
berkat usaha dan do’a saya bisa mencapai IPS dengan nilai 3,73. Saya sangat
senang, akan tetapi saya tidak ingin terlalu puas dengan apa yang saya capai
karena ini adalah hal awal dan perjalanan saya.
Masuk semester 2 (dua) saya merasa
kesulitan dalam ekonomi saya, karena semenjak SMK saya tidak lagi meminta uang
jajan kepada orang tua saya, melainkan saya diberi uang saku oleh Guru saya
ketika itu setiap bulannya. Mulai masuk kuliah itu saya sudah tidak lagi diberi
uang saku karena saya tahu bahwa BSI juga memberikan uang saku kepada mahasiswa
PMDK jadi saya tidak ingin merepotkan guru saya terus-menerus. Sambil kuliah
saya sambil berjualan, berjualan cemilan-cemilan kecil yang setiap hari saya
bawa ke kampus, kemudian saya order-order seperti baju, sepatu dan perlengkapan
kebutuhan lainnya kepada teman-teman saya. Itulah hal yang saya lakukan ketika
semester 2 (dua) yaitu belajar sambil berwirausaha.
Selesai UAS di akhir semester 2 (dua) dan kemudian mendapat
hasil IPS yang membuat saya sedikit kecewa karena menurun dari yang sebelumnya,
yaitu 3,58. Saya merasa kecewa namun tidak ingin membuat diri saya jadi tidak
bersemangat saya coba evaluasi cara belajar saya kembali karena mungkin semester
2 (dua) saya terlalu banyak hal yang mengganggu aktivitas belajar saya.
Kemudian, masuk pada semester 3
(tiga) saya mencoba mengajukan menjadi asisten instruktur. Meskipun seharusnya
pengajuan magang menjadi asisten itu di semester ke 4 (empat) tapi
alhamdulillah setelah melakukan interview dan test menjadi asisten akhirnya
saya dan kedua teman saya diterima menjadi asisten instruktur disemester 3 ini.
Saya sangat merasa bersyukur karena kesempatan ini saya bisa lebih
mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman saya, apalagi ini berhubungan
dengan cara mengajar dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan program. Meskipun
tidak dipungkiri masih banyak kendala karena masih semester 3 yang dikuasai
baru 2 mata kuliah sedangkan dituntut untuk mampu belajar cepat dan menguasai
semua mata kuliah program namun dengan dukungan dan bantuan para instruktur dan
senior-senior asisten yang lainnya kendala-kendala tersebut bisa sedikit demi
sedikit teratasi.
Pengembangan diri yang saya peroleh
di semester 3 (tiga) ini selain saya mendapatkan ilmu tentang pemrograman lebih
cepat dibanding dengan teman-teman saya pada umumnya karena saya telat menjadi
asisten istruktur juga saya mulai di libatkan dalam acara-acara di kampus
seperti acara Fun Bike, berbagi
sesama insan pada bulan Ramadhan, Seminar Motivasi UN, Talk Show Orang tua, Sosialisasi Beasiswa Prestasi ke setiap
sekolah, dan terakhir saya dilibatkan dalam acara Job Fair dan CEF 2013 di BSI Karawang. Dan semua kegiatan diatas
melibatkan saya sebagai pembawa acara atau MC.
Gambar. Kegiatan Fun Bike 2013 BSI Square Cikampek
Berawal dari saya berbincang dengan Wakace BSI Cikampek
yaitu Bpk Asep Saefuloh,M.Kom beliau mengatakan merasa saya punya bakat dalam
berbicara di depan umum.
Gambar. Kegiatan CEF 2013 BSI Karawang
Sebelumnya sejak saya dari SMP pun saya sudah belajar untuk
menjadi pembawa acara upacara, dan hari-hari besar Nasional. Mungkin hal itu
terjadi karena saya berada dalam lingkungan organisasi ketika disekolah, selalu
berinteraksi dengan banyak teman dan para guru. Namun saya menyukai hal itu dan
saya akan mencoba terus meningkatkan apa yang menjadi bakat saya tersebut.
Berbicara mengenai organisasi,
semenjak saya masuk kuliah hingga sekarang saya belum tergabung dengan unit
kegiatan mahasiswa manapun, entah itu Senat Mahasiswa, Badaris maupun yang
lainnya. Mengapa demikian, karena untuk saat ini yang saya butuhkan adalah hal
atau bentuk nyata yang lebih bisa membuat saya lebih berkembang. Namun bukan
berarti saya sudah cukup dalam berorganisasi, tetap itu semua belum lah
apa-apa. Saya sempat mendaftarkan diri untuk ikut keanggotaan HIMA (Himpunan
Mahasiswa Informatika) akan tetapi berhubung di cabang Cikampek kuota untuk
membuat unit kegiatan HIMA masih sedikit jadi sampai sekarangpun belum
terbentuk yang nama HIMA pada BSI Cikampek. Oleh karena itu, harapan saya
semoga bisa secepatnya di BSI Cikampek ada Unit Kegiatan Mahasiswa HIMA
(Himpunan Mahasiswa Informatika) supaya kita sebagai mahasiswa tidak hanya
belajar dan aktif di dalam kelas saja, akan tetapi bisa aktif dan berkembang di
dalam organisasi. Dengan adanya HIMA saya yakin akan bisa lebih membantu
mahasiswa-mahasiswa untuk menyelesaikan segala persoalan yang berkaitan dengan
kuliah, saling bertukar informasi, saling memberikan kritik dan saran, serta
lainnya yang dapat mengembangkan kualitas mahasiswa.
Berbicara mengenai cita-cita saya,
saya mempunyai keinginan yang pasti dan utama adalah membahagiakan ibu saya,
namun kebahagiaan adalah sesuatu hal yang relative karena apapun keadaan kita
jika kita dapat mensyukuri pasti kita bisa bahagia meskipun hal itu kecil untuk
dilakukan. Namun disini, harapan dan mimpi saya yang belum tercapai adalah saya
ingin belajar menjadi seorang women trainer karena saya suka memotivasi orang
lain jadi saya ingin menjadi seorang yang bermanfaat dengan selalu memberikan
motivasi, pengalaman hidup dan sebagainya. Menjadi seorang women trainer untuk saya adalah sesuatu yang luar biasa, namun
disisi lain saya juga ingin menjadi seorang dosen yang professional yang dapat membantu orang lain dan mengamalkan ilmu
yang telah saya dapatkan nantinya.









0 komentar:
Posting Komentar