Minggu, 17 Agustus 2014

Insprasiku

Sahabat yang mulia..ketika kita berbicara mengenai inspirasi maka yang terjadi adalah kita membayangkan siapa atau hal apa yang dapat menginspirasi itu. namun disini saya tidak akan membahas apa itu inspirasi.
Dalam hal ini saya ingin memberikan cerita, berbagi kepada sahabat semua tentang seseorang yang yang menjadi inspirasi utama dalam hidupku, siapa dia ? .... yap, benar sekali "Ibu", mengapa jawabannya pasti sahabat-sahabat semua bisa menebak bahwa seorang ibu adalah seseorang yang begitu menyayangi kita, karena sudah mengandung dan melahirkan kita. Lalu membesarkan kita, membantu dan ada dalam setiap kesulitan kita. Itu semua sangat benar, akan tetapi disini mengapa saya sangat terinspirasi untuk bisa menjadi seorang anak yang sukses mulia untuk Ibu saya adalah karenanya dia begitu hebat untuk saya. Ibu begitu sangat luar biasa, tangguh, sabar, bijaksana,mampu untuk setia terhadap ayah dan mencintai anak-anaknya.
Ibu ku adalah seorang petani, dimana ia menggarap sebuah sawah milik kakak ayah saya, sedangkan ayah sendiri adalah seorang supir. Jadi sahabat-sahabat sudah pasti tahu dong jika saya adalah anak yang dari keluarga sederhana.
Suatu ketika ketika saya duduk di bangku SMP kelas 2 akhir, ayah saya jatuh sakit. Ayah terkena gejala stroke dan darah tinggi hingga menyebabkan ayah tidak lagi mampu untuk berjalan sendiri. Sejak saat itulah hidup kelurga bergantung kepada kedua kakakku. Mereka adalah kakak-kakak terbaik ku, meski mereka telah berkeluarga namun rasa tanggungjawab mereka terhadap kami sungguh besar.
Hari demi hari kami lewati bersama, aku dan ibuku merawat ayah bersama dirumah karna kedua kakakku telah mempunyai tempat tinggal masing-masing jadi hanya ketika mereka bermain saja kerumah untuk berkunjung n menengok ayah ketika libur. Ibuku menjadi inspirasiku karena dia begitu kuat dan sabar dalam mengurus ayah, merawat dengan tulus iklas hingga 5tahun berlangsung. bahkan disela-sela waktu ibu pula berani untuk bekerja demi kita. Ketika ada pekerjaan serabutan disawah, ataupun panen padi. 
Kini ayah telah meninggalkan kita semua dengan suka cita, ayah meninggalkan berjuta kenangan manis dan saatnya aku yang bertugas untuk bisa menjaga ibuku, menyayangi, menghormati dan berjuang membahagiakannya. Setiap aku lelah, putus asa hanya ibu yang mampu membuatku semangat kembali, dengan memikirkan bahwa ibu harus mendapatkan kehidupan yang terbaik dan bahagia bersama kami tanpa harus lagi bersusah payah dan bekerja keras. Semoga inspirasi dan semangatku tetap berdiri tegak didepan ku untuk selalu memberikan energi yang positif untukku.

0 komentar:

Posting Komentar